Aku Tak Melupakanmu
Aku tau belakangan ini aq acuh padamu. Aku sndiri tak tau kenapa aku begitu,byasanya tak ada kamu,aku mencari. Tapi belakangan ing,sungguh kenapa berbeda. Bahkan awal pekan kemaren aku sungguh2 melupakanmu,bukan cuma kamu, tapi mereka semua.
Ketika rasa males buat menyapa semuanya (kamu dan mereka2), dan hanya sekedar invisible, aku menyempatkan buat menyapa kamu, walaupun tak sedetail dan selama dulu.
Tapi hari ini, kau telah membuatku bingung bahkan membuat kau berfikir aku telah melupakanmu. Kau bilang "Ya sudahlah, skarang kau dapet tmen baru, kau lupakan aku, gag diinget, soalnya gag penting sich".
Bener2 tak kusangka kau bilang seperti itu. Kata2mu sungguh membuatku tersentak. Sperti itukah aku dimatamu sekarang????
Kau bilang aku sekarang berbeda, tak lagi seperti dulu. Kau tanya "Kapan kita sprti dulu? Ngobrol hanya berdua??" Oh Tuhan... sperti itukah aku?
Aku tahu ini semua salahku. Aku hanya bingung. Gag nyapa salah. Nyapa? balez ma nyampenya lama? salah. Lalu aku harus bagaimana? Aku jenuh dengan kata2mu "Ya sudahlah ina, dilanjut dulu, keknya masih sibuk tuh, keknya ge banyak temen tuh, aku gag suka kalau roaming gini".
Truz aku muzti gimana? Diam ketika mereka menyapaku? Mereka kan juga temen2 aku. Sama sepertimu.
Kadang aku rindu kau bilang anak kecil, tentunya dengan emot bercanda. Kadang kau bilang aku dewasa. Dan pelajaran2 yang aku dapat darimu, sungguh bener2 sosok dewasa yang ku kagumi.
Buat Sosok Dewasaku,...
Maafin aku, aku tak bermaksud melupakanmu. Kau masih ada di hati ini, walaupun sekalinya cuma maya. Kalaupun aku hanya menyakitimu, membuatmu kesel, kau boleh delete namaku dari friend list kamu.
Aku tak melupakanmu. Aku masih sama seperti dulu. Selamanya kan tetap begitu. Walaupun maya buat kamu, tapi nyata dihatiku.
Read More : Aku Tak Melupakanmu
Ketika rasa males buat menyapa semuanya (kamu dan mereka2), dan hanya sekedar invisible, aku menyempatkan buat menyapa kamu, walaupun tak sedetail dan selama dulu.
Tapi hari ini, kau telah membuatku bingung bahkan membuat kau berfikir aku telah melupakanmu. Kau bilang "Ya sudahlah, skarang kau dapet tmen baru, kau lupakan aku, gag diinget, soalnya gag penting sich".
Bener2 tak kusangka kau bilang seperti itu. Kata2mu sungguh membuatku tersentak. Sperti itukah aku dimatamu sekarang????
Kau bilang aku sekarang berbeda, tak lagi seperti dulu. Kau tanya "Kapan kita sprti dulu? Ngobrol hanya berdua??" Oh Tuhan... sperti itukah aku?
Aku tahu ini semua salahku. Aku hanya bingung. Gag nyapa salah. Nyapa? balez ma nyampenya lama? salah. Lalu aku harus bagaimana? Aku jenuh dengan kata2mu "Ya sudahlah ina, dilanjut dulu, keknya masih sibuk tuh, keknya ge banyak temen tuh, aku gag suka kalau roaming gini".
Truz aku muzti gimana? Diam ketika mereka menyapaku? Mereka kan juga temen2 aku. Sama sepertimu.
Kadang aku rindu kau bilang anak kecil, tentunya dengan emot bercanda. Kadang kau bilang aku dewasa. Dan pelajaran2 yang aku dapat darimu, sungguh bener2 sosok dewasa yang ku kagumi.
Buat Sosok Dewasaku,...
Maafin aku, aku tak bermaksud melupakanmu. Kau masih ada di hati ini, walaupun sekalinya cuma maya. Kalaupun aku hanya menyakitimu, membuatmu kesel, kau boleh delete namaku dari friend list kamu.
Aku tak melupakanmu. Aku masih sama seperti dulu. Selamanya kan tetap begitu. Walaupun maya buat kamu, tapi nyata dihatiku.









