Kau Pilih Dia
Kau bilang : " I Miss U ".
Ku jawab : " I Miss U too ".
Karna memang aku merindukanmu. Merindukan masa-masa dulu. Dimana kita jalani hari-hari kita selalu bersama. Selalu berdua.
Kau bilang kau akan pulang dan ingin maen bersamaku. Aku bilang aku ambil libur buatmu. Dan,... semua gambaran-gambaran indah sejenak bersemayam di pikiranku. Membayangkan saat-saat indah bersama dulu. Setidaknya telah membuatku merasa bahagia, walaupun apa yang kubayangkan itu akan terjadi esok hari.
Bangun pagi telah membuatku merasa hari ini kan kulalui dengan suasana ceria bersama dia, pikirku. Tapi lagi-lagi itu nanti. Sedangkan telepon genggam ini belum juga berdering. Tapi akan tetap ku nanti....
Tak lama, apa yang ku nanti pun datang. Telepon genggam ku berbunyi. Dan aku yakin itu pasti dari kau yang ku tuggu.
Ku jawab : " I Miss U too ".
Karna memang aku merindukanmu. Merindukan masa-masa dulu. Dimana kita jalani hari-hari kita selalu bersama. Selalu berdua.
Kau bilang kau akan pulang dan ingin maen bersamaku. Aku bilang aku ambil libur buatmu. Dan,... semua gambaran-gambaran indah sejenak bersemayam di pikiranku. Membayangkan saat-saat indah bersama dulu. Setidaknya telah membuatku merasa bahagia, walaupun apa yang kubayangkan itu akan terjadi esok hari.
Bangun pagi telah membuatku merasa hari ini kan kulalui dengan suasana ceria bersama dia, pikirku. Tapi lagi-lagi itu nanti. Sedangkan telepon genggam ini belum juga berdering. Tapi akan tetap ku nanti....
Tak lama, apa yang ku nanti pun datang. Telepon genggam ku berbunyi. Dan aku yakin itu pasti dari kau yang ku tuggu.
Kau : "Pagi, udah mandi blom?"
Aku : "Belom, hehe,....". Terang ajalah, kalo libur aku biasa mandi agak siangan.
Kau : "Masuk kerja jam berapa?"
Aku : "Kerja???? Aku libur"
Kau : "Owh, aku entar maennya nanti yah?? Gag pa2 kan?"
AKu : "Nanti???? Emang mau kemana??"
Kau : "Mau jalan dulu sama Dedi"
Aku : "Dedi???? Bukankah kamu sudah janji hari ini bakalan jalan ma aku?"
Kau : "Ehmmm,... iyah,... tapi..." kau terbata-bata.
Aku : "Ya udahlah, kamu jalan ajah ma dia"
Kau : "Aduuuh, sorry yah..."
Aku : "Gag pa2,..."
Kau : "Tapi aku nanti ke rumahmu kok"
Aku : "Iyah, gag kerumahku juga gag pa2 kok."
Kunanti tetap kunanti. Empat,... Lima,... Enam,... Dan ketika matahari berubah menjadi bulan. Semakin yakin aku, kau tak akan datang.
GuUuBbBrRrRrRraAaaaaAaaaAaaKkkkKKK.....!!!!!
Bagaimana bisa???? Kau janji sama aku. Tapi kau jalan ma dia???? Aku relain libur buat kamu. Hari ini aku buat kamu. Tapi kau pilih dia daripada aku. Dia yang belum lama kau kenal. TeEeEeEeEgGgaaaAaaa yach kamu!!!!
Aku sahabatmu. Sahabatmu dari dulu. Aku dan kamu biasa lalui hari-hari bersama. Suka duka aku ada buat kamu. Kita lalui semuanya selalu berdua. Kau lupa dulu???? Lupa kita pernah memiliki ikatan kuat. Lupa??? bagaimana kita menghadapinya selalu berdua. Lupa??? dulu kau pinjam pundakku untuk menangis. Dan aku selalu ada ketika air mata itu menetes dari matamu???
Aku tahu tak seharusnya aku bicara begini. Tak semestinya aku mem-playlist-kan apa yang kubuat buat kamu dulu. Tak seharusnya aku mengungkit-ungkit apa yang telah aku lakukan buat kamu. Bukan,...!!!!! Bukan maksud aku mengukur loyalitas mu sebagai sahabatku.
Sedih ajah, ketika kamu pilih dia daripada aku. Aku kecewa sama kamu. Dan sedihnya lagi ketika aku kecewa dan sedih gag ada yang mau dengerin aku cerita. Hanya disini. Disini tempat aku meluapkan kekecewaanku....
GuUuBbBrRrRrRraAaaaaAaaaAaaKkkkKKK.....!!!!!



Bagaimana bisa???? Kau janji sama aku. Tapi kau jalan ma dia???? Aku relain libur buat kamu. Hari ini aku buat kamu. Tapi kau pilih dia daripada aku. Dia yang belum lama kau kenal. TeEeEeEeEgGgaaaAaaa yach kamu!!!!
Aku sahabatmu. Sahabatmu dari dulu. Aku dan kamu biasa lalui hari-hari bersama. Suka duka aku ada buat kamu. Kita lalui semuanya selalu berdua. Kau lupa dulu???? Lupa kita pernah memiliki ikatan kuat. Lupa??? bagaimana kita menghadapinya selalu berdua. Lupa??? dulu kau pinjam pundakku untuk menangis. Dan aku selalu ada ketika air mata itu menetes dari matamu???
Aku tahu tak seharusnya aku bicara begini. Tak semestinya aku mem-playlist-kan apa yang kubuat buat kamu dulu. Tak seharusnya aku mengungkit-ungkit apa yang telah aku lakukan buat kamu. Bukan,...!!!!! Bukan maksud aku mengukur loyalitas mu sebagai sahabatku.
Sedih ajah, ketika kamu pilih dia daripada aku. Aku kecewa sama kamu. Dan sedihnya lagi ketika aku kecewa dan sedih gag ada yang mau dengerin aku cerita. Hanya disini. Disini tempat aku meluapkan kekecewaanku....
8 comments:
KAsian ya, Ina..cup..cup. cari yg lain lagi...
inaa,, aku dengerin kok, dgrin sedih & kecewa kamu........
maaf ya, tdnya sich aku mau pilih ina, tp dia (ayahku) lg minta dianterin kondangan... yach, jdnya aku milih dia dulu, ntr baru ina.. gpp kan..?? maaf yaa..
hahahahaha... Sabar...
Emang dasar cewek ya... (peace..)
Postingannya mirip punyaku.. Klik disini
Sabar yaa neng!! mungkin dia lagi gimana gitu hehe..tapi menurut aku emang enggak ada alasan untuk tidak ketemuan sama neng,,pasalnya dia jalan sama orang lain!! mending dijitak saja
hehehe
Nggak usah kecewa deh... pilih aku aja In...
Becanda...
Sabar aja mbak, kalau emang sahabat, masa putus hanya karena hal seperti ini
I apologise, but it is necessary for me little bit more information.
Hello. And Bye. Thank you very much.
Post a Comment